Selayang Pandang

Desa Jeringo sebelumnya adalah sebuah dusun yang merupakan bagian dari wilayah Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Pada tahun 2001, Dusun Jeringo dimekarkan menjadi 2 (dua) dusun yaitu Dusun Jeringo (induk) dan Dusun Gelangsar (Pemekaran). Dan pada tahun 2002, Dusun Jeringo kembali dimekarkan menjadi 4 (empat) dusun, yaitu : Dusun Jeringo Lauq (Induk) dan Pemekarannya adalah Dusun Jeringo Daya, Dusun Jeringo Limbungan serta Dusun Jeringo Barat.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor:  66/20/BPMPD/2011 tanggal 2 Februari 2011 tentang Pembentukan Desa Persiapan Jeringo Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat yang kemudian dikukuhkan pada tanggal 23 Maret 2011, maka resmilah Jeringo menjadi desa persiapan yang merupakan pemekaran dari Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat meliputi Dusun Jeringo Lauq, Dusun Jeringo Daya, Dusun Jeringo Limbungan, Duusun Jeringo Barat dan Dusun Jeringo Timur yang merupakan pemekaran dari Dusun Lilir Barat, adapun Dusun Lilir Barat (induk) tetap menjadi bagian wilayah Desa Mambalan. Sedangkan Kepala Desa Persiapan Jeringo di Jabat oleh SAHRIL berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor : 77/31/BPMPD/2011 tanggal 2 Februari 2011 tentang Penunjukan Pejabat Kepala Desa Persiapan Jeringo Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.

Kemudian Desa Persiapan Jeringo dinyatakan sebagai desa definitive berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor : 1153/122/BPMPD/2011 tanggal 2 Nopember 2011 tentang Penetapan Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, serta Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Penetapan Desa Persiapan Menjadi Desa Di Kabupaten Lombok Barat (Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011  Nomor 103).

Desa Jeringo merupakan salah satu dari 16 (enam belas) desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Sebagai organisasi pemerintahan yang mempunyai otonomi asli, penyelenggaraan pemerintahan desa dilakukan secara demokrasi, dan berorentasi pada tranparasi serta pemeberdayaan masyarakat dilandasi oleh sikap loyal terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Nasional (Pusat), Daerah Provinsi maupun Kabupaten untuk mendukung tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendekatan komperhensif, terpadu, pertisipatif dengan tetap memperhatikan arahan maupun fasilitas dari Pemerintah dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sendi-sendi masyarakat perdesaan masih sangat kental dibuktikan dengan dukungan dan patisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan pemberdayaan masyakat sangat aktif, terjalin hubungan yang sangat baik dengan semua unsur lembaga kemasyarakatan Desa (LPMD, PKK, RT, LINMAS dll) serta tim fasilitasi/bimbingan dan binaan Dinas terkait di Kecamatan Gunungsari.

Desa Jeringo terletak 4,5  km ke arah timur dari  kota kecamatan dengan luas wilayah seluas + 1.386  hektar yang terdiri dari 5 (lima) dusun dengan 20 Rukun Tetangga (RT) meliputi Dusun Jeringo Lauq, Dusun Jeringo Daya, Dusun Jeringo Limbungan, Dusun Jeringo Barat danDusun Jeringo Timur. dengan batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara       : Desa Gelangsar
  • Sebelah Selatan    : Desa Mambalan
  • Sebelah Timur      : Desa Mambalan
  • Sebelah Barat        : Desa Mambalan dan Desa Dopang

Visi

“Dengan Semangat Jajar Jejer Jujur Desa Jeringo Menuju Masyarakat Mandiri, Sehat, Cerdas dan Religius serta Berdayasaing”

  1. Mandiri : masyarakat yang mampu merencanakan, mengelola dan mencari sumber dana dalam mendukung pembangunan.
  2. Sehat : masyarakat yang melakukan tindakan sistematis dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan sendiri berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
  3. Cerdas : masyarakat paham dan bijak dalam merencanakan, mengelola dan mencari sumber dana dalam mendukung pembangunan.
  4. Religius : masyarakat yang mengedepankan sikap dan perilaku berdasarkan ajaran agama.
  5. Berdayasaing : masyarakat yang memiliki keunggulan sehingga mampu bersaing dengan masyarakat lainnya.

Misi

  1. Pengembangan potensi sumber daya manusia disegala bidang;
  2. Pemanfaatan sumber daya alam dengan maksimal untuk membuka peluang kerja sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi pengangguran;
  3. Memaksimalkan potensi kelembagaan yang ada;
  4. Menggalakkan pendidikan dan keterampilan;
  5. Melestarikan nilai-nilai budaya;
  6. Meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan;
  7. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai dan norma agama.