Kades Jeringo Kembangkan Desa Wisata Secara Mandiri

Giri Menang (Suara NTB)

Pemerintah Desa Jeringo Kecamatan Guungsari Lombok Barat (Lobar) berupaya membantu meringankan beban tugas Pemprov NTB dan Pemkab Lobar dalam memberdayakan masyarakat untuk bangkit pascagempa. Upaya yang dilakukan Pemdes setempat melalui pengembangan desa wisata tanpa meminta bantuan dari Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.

Menurut Kepala Desa Jeringo Sahril, pihak desa secara mandiri mengembangkan desa wisatanya dengan meminta ke pegiat wisaa dan Non Government Organization (NGO). Bahkan desa ini meminta bantuan langsung kepada Presiden. Komite Perdamaian Dunia Mr. Djuyoto Suntani.

“Presiden Perdamaian Dunia tersedebut bersedia mensuport pihak desa dalam mengembangkan Destinasi Wisata Desa tak sana skala nasional, namun berskala internasional. Destinasi Wisata Desa ini akan dijadikan spirit perdamaian dunia, “jelasnya, Jum’at (2/8).

Meski demikian, Sahril mengaku desanya tidak terdaftar sebagai desa wisata di Pemda Lobar maupun maupun di Pemprov NTB. Pihaknya tak ingin ketergantungan ke pemerintah dalam pengembangan desa wisata, sebab dirinya ingin berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak terkait.

Presiden perdamaian dunia ini, kata dia, bahkan bersedia mendukung untuk membantu perkembangan desa wisata tersebut. Ia sendiri akan meminta kepada presiden perdamaian dunia agar membantu mempromosikan desanya ke negara-negara luar. Lebih jauh, kata dia, konsep desa wisata yang dikembangkannya, yakni ekowisata. Pihaknya “menjual” wisata kreatifitas dan aktifitas warga setempat. Ada empat pilar pengembangan ekowisata yang dilaksanakan, di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan industri kreatif.

Empat pilar ini, jelas dia, menjadi icon desa wisata. Kebutuhan wisata jelas dia tidak lepas dari peran serta masyarakat, sehingga petani akan di wisatakan seperti panen raya padi, tanaman sabrang. Ada juga wisata religi dengan menampilkan kegiatan santri di ponpes sederhana yang ada di desa itu. Semua destinasi wisata ini jelas dia, pihaknya akan membuat paket wisata dan menjualnya ke tamu, tidak saja kepada tamu lokal namun mancanegara. Pihaknya juga berencana membuat waterboom untuk wisata lokal dilengkapi taman bermain, taman bacaan, dan taman galeri serta kuliner. Lahan untuk menyiapkan fasilitas ini sudah ada lahan warga, mereka bersedia membantu membangun desa wisata. (her)