Desa Jeringo Kembangkan Wisata Mandiri, Guna Bantu Program Pemerintah Pasca Gempa

LOMBOK BARAT, Kekeri.desa.id – Kiat wisata terus di canangkan pemerintah Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, hal ini berupaya ikut andil dalam membantu meringankan beban tugas Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Bupati Lobar H Fauzan Khalid dalam memberdayakan masyarakat untuk bangkit pascagempa. Juma’at (2/8/2019).

Sinergi pemerintah Desa setempat merupakan pengembangan desa wisata tanpa meminta bantuan dari Pemda dan Pemprov. Pihak desa secara mandiri mengembangkan desa wisatanya dengan meminta ke pegiat wisata dan NGO, dan Presiden Komite Perdamaian Dunia, Mr. Djuyoto Suntani.

Sahril selaku Kades Jeringo, mengaku memang desanya tidak terdaftar sebagai desa wisata di Pemda Lobar maupun di pemprov.

“Tapi tugas kami adalah membantu meringankan beban tugas pemerintah baik itu pak Bupati dan Gubernur, maka kami ndak akan merecoki dengan pembangunan desa wisata desa kami. Tapi kami mencoba membangun desa wisata dengan kemandirian, komunikasi dengan NGO, pegiat wisata maupun pegiat lain,”jelas dia.

Ia juga tak ingin ketergantungan ke pemerintah dalam pengembangan desa wisata, sebab dirinya ingin berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak terkait.

 

Hal ini pula yang memotivasinya mengembangkan desa wisata yang tidak saja level lokal, nasional namun internasional. Sejauh ini sudah banyak pegiat wisata yang membantunya mengembangkan desa wisata ini.

“Kalau tidak ada halangan bulan ini pak presiden komite perdamaian dunia  akan datang ke Desa Jeringo, Ini membuktikan kalau kami akan go internasional,”imbuh dia.

Sahril juga menjelaskan, Presiden perdmaian dunia ini kata dia bahkan bersedia mensuport untuk membantu pengembangan desa wisata tersebut. Ia sendiri akan meminta kepada presiden perdamaian dunia agar membantu mempromosikan desanya ke Negara-negara luar.

” Konsep desa wisata yang dikembangkannya, yakni eko wisata. Pihaknya “menjual”wisata kreativitas dan aktivitas warga setempat. Ada empat pilar pembangembangan eko wisata yang dilaksanakan,  dibidang pertanian, perikanan, peternakan dan industry kreatif.” Imbuhnya. (llu).